
JAKARTA - Unit Usaha Syariah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI Syariah) meluncurkan Hasanah Card dan menargetkan 30 ribu pemegang kartu kredit berbasis syariah ini.
"Saat ini nasabah BNI Syariah mencapai 400 ribu dan untuk tahap awal, Hasanah Card bisa tercapai 30 ribu karena potensi pasar yang luas," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, saat peluncuran produk itu di Jakarta, Sabtu (7/2/2009).
Menurut Gatot, peluncuran produk ini merupakan salah satu komitmen untuk menyediakan produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan masyarakat dengan gaya hidup modern berprinsip syariah.
Gatot menuturkan, dengan peluncuran kartu kredit syariah tersebut, BNI menjadi satu-satunya bank pemerintah yang memiliki kartu pembiayaan berbasis sistem syariah. Sedangkan beberapa manfaatnya adalah mereservasi tiket pesawat, membayar hotel, maupun liburan.
"Kami optimistis produk ini akan diminati semua kalangan masyarakat yang menginginkan layanan dan fasilitas perbankan lebih nyaman," paparnya.
Gatot menjelaskan, BNI Hasanah Card rencananya mengeluarkan tipe classic, gold, dan platinum. Fasilitas yang ditawarkan antara lain smart spending, cash advace, danaplus, PerisaiPlus yang menggunakan asuransi syariah, transfer balance, executive lounge, diskon merchant hinggs pembayaran melalui anjungan tunai mandiri (ATM).
Menurut Gatot kartu kredit berbasis syariah memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan kartu kredit konvensional. Salah satunya adalah dasar hukum yang digunakan selain mengacu pada Undang-Undang (UU) Perbankan, juga kepada UU Perbankan Syariah, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional.
Dalam perjanjian, pembayaran tidak dilakukan berdasarkan bunga tetapi akad kafalan, qard, dan ijarah. Selain itu, penggunaan kartu kredit hanya dapat digunakan untuk transaksi yang sesuai syariah.
Senior Manager Indonesia MasterCard Worldwide, Vadyo Munaan penggunaan Hasanah Card dipergunakan untuk merchant yang sudah dilengkapi dengan kode tertentu. Hasanah Card dapat digunakan di mal atau pusat perbelanjaan dan tempat hiburan yang halal.
"MasterCard di Indonesia memiliki 90 merchant dan Khasanah Card bisa dipakai kalau ada kode halal, kalau tidak maka setiap digesek akan ditolak," ujarnya.
Dia menuturkan Indonesia memiliki potensi sebagai penyedia produk dan jasa perbankan syariah, sehingga menunjukkan tingginya tingkat pertumbuhan aset perbankan syariah secara global. Atas dasar itu, Mastercard memiliki komitmen untuk menyediakan inovasi produk pembayaran sesuai gaya hidup pemegang kartu.(rhs) (Tomi Sujatmiko/Sindo/jri)

1 komentar:
semoga sukses dari
http://www.kuliah-mandiri.blogspot.com
Posting Komentar